Sabtu, 19 Oktober 2013 - 0 komentar

Ibadah

Bismilahirahmanirahim..

Siapapun yang menyatakan dirinya orang islam, maka harus melaksanakan kewajiban. Beribadah kepada Allah swt harus dengan sareat yang diajarkan oleh Rasulullah saw.

Firman Allah dalam kitab suci Al-Qur’an :

“ Dan tiada aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu “
(  QS. Adz Dzariyat : 56 )..

Dalam ayat tersebut menerangkan secara tegas bahwa Allah swt menciptakan bangsa jin dan manusia hanya untuk beribadah saja, lain tidak.

=> Pertanyaan :
kalau hanya beribadah saja, bagaimana dengan kegiatan yang lain, padahal kita harus menuntut ilmu, mencari nafkah, bermasyarakat, dsb ??

=> Jawab :
Ibadah kepada Allah tidak hanya shalat, zakat, puasa, haji, membaca Al-Qur’an, dzikir, dsb.. Tetapi sangat luas, bahkan segala kegiatan lahir bathin, baik yang berhubungan langsung kepada Allah wa Rasulihi saw, atau dengan sesame makhluk..
Baik yang wajib, sunnah atau mubah asal sesuai dengan perintah yang ada didalam Al-Qur’an dan Hadits, DAN bukan perbuatan yang tidak diridhoi Allah, seperti merusak, memfitnah, mengadu domba, meneror, atau perbuatan yang merugikan lainnya..

Maka dalam melaksanakan perbuatan tersebut supaya disertai dengan niat ibadah, mengabdikan diri melaksanakan perintah Allah swt.
 Sebagaimana sabda Rasulullah saw :

“ Sesungguhnya semua amal ( ibadah ) harus disertai niat “ ( HR. Bukhari ).

=> Pertanyaan :
 bagaimana jika amal ibadah tidak disertai dengan niat ??

=> Jawab :
Niat adalah “ tiang “ dari kegiatan ibadah.
meskipun bentuknya ibadah seperti shalat, zakat, dsb. Namun jika tidak disertai niat ( karena Allah ), maka tidak ada nilainya dan amal ibadahnya menjadi tidak sah.

Sabda Rasulullah saw :

“ Sesungguhnya smua amal (ibadah) harus dengan niat, dan sesungguhnya yang didapat oleh manusia adalah apa yang diniatkan “ ( HR. Bukhari-Shakhih Bukhari 1 hal.6 ).

=> Pertanyaan :
bolehkah apabila beramal dengan niat untuk memperoleh pahala ??

=> Jawab :
beramal dengan niat untuk memperoleh pahala, adalah amal yang kurang ( tidak ) ikhlas. Atau mau beramal karena pahala, bukan karena Allah.
Demikian jugga didalam mengabdikan diri kepada Allah Yang Maha Bijaksana. Yang perlu diperhatikan bukanlah besar-kecilnya pahala, tetapi bagaimana tata cara didalam pelaksanaan ibadah tersebut.

Firman Allah swt :

“ Dan mereka hanya diperintah beribadah ( mengabdikan diri ) kepada Allah dengan mengikhlaskan agamanya “ ( QS. Al Bayyinah : 5 ).

Ayat trsebut mnyantumkan kata ‘ikhlas’ yang berarti didalam melaksanakan perintah adalah harus benar-benar ikhlas, tanpa pamrih apapun juga..

Firman Allah swt :

“ Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul serta janganlah merusak nilai ibadah kalian “ ( QS. Muhammad : 33 )..


Maka jelaslah, bahwa rusaknya amal ibadah adalah adanya rasa tidak ikhlas yang dipengaruhi oleh hawa nafsu..

( sumber : Buku Muslimah Teladan )..



0 komentar:

Posting Komentar