Bismilahirahmanirahim..
Siapapun yang menyatakan dirinya orang islam, maka harus
melaksanakan kewajiban. Beribadah kepada Allah swt harus dengan sareat yang
diajarkan oleh Rasulullah saw.
Firman Allah dalam kitab suci Al-Qur’an :
“ Dan tiada aku
ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepadaKu “
( QS. Adz Dzariyat : 56 )..
( QS. Adz Dzariyat : 56 )..
Dalam ayat tersebut menerangkan secara tegas bahwa Allah swt
menciptakan bangsa jin dan manusia hanya untuk beribadah saja, lain tidak.
=> Pertanyaan :
kalau hanya beribadah saja, bagaimana dengan kegiatan yang lain, padahal kita harus menuntut ilmu, mencari nafkah, bermasyarakat, dsb ??
kalau hanya beribadah saja, bagaimana dengan kegiatan yang lain, padahal kita harus menuntut ilmu, mencari nafkah, bermasyarakat, dsb ??
=> Jawab :
Ibadah kepada Allah tidak hanya shalat, zakat, puasa, haji, membaca Al-Qur’an, dzikir, dsb.. Tetapi sangat luas, bahkan segala kegiatan lahir bathin, baik yang berhubungan langsung kepada Allah wa Rasulihi saw, atau dengan sesame makhluk..
Baik yang wajib, sunnah atau mubah asal sesuai dengan perintah yang ada didalam Al-Qur’an dan Hadits, DAN bukan perbuatan yang tidak diridhoi Allah, seperti merusak, memfitnah, mengadu domba, meneror, atau perbuatan yang merugikan lainnya..
Ibadah kepada Allah tidak hanya shalat, zakat, puasa, haji, membaca Al-Qur’an, dzikir, dsb.. Tetapi sangat luas, bahkan segala kegiatan lahir bathin, baik yang berhubungan langsung kepada Allah wa Rasulihi saw, atau dengan sesame makhluk..
Baik yang wajib, sunnah atau mubah asal sesuai dengan perintah yang ada didalam Al-Qur’an dan Hadits, DAN bukan perbuatan yang tidak diridhoi Allah, seperti merusak, memfitnah, mengadu domba, meneror, atau perbuatan yang merugikan lainnya..
Maka dalam melaksanakan perbuatan tersebut supaya disertai
dengan niat ibadah, mengabdikan diri melaksanakan perintah Allah swt.
Sebagaimana sabda Rasulullah saw :
“ Sesungguhnya semua
amal ( ibadah ) harus disertai niat “ ( HR. Bukhari ).
=> Pertanyaan :
bagaimana jika amal ibadah tidak disertai dengan niat ??
bagaimana jika amal ibadah tidak disertai dengan niat ??
=> Jawab :
Niat adalah “ tiang “ dari kegiatan ibadah.
meskipun bentuknya ibadah seperti shalat, zakat, dsb. Namun jika tidak disertai niat ( karena Allah ), maka tidak ada nilainya dan amal ibadahnya menjadi tidak sah.
Niat adalah “ tiang “ dari kegiatan ibadah.
meskipun bentuknya ibadah seperti shalat, zakat, dsb. Namun jika tidak disertai niat ( karena Allah ), maka tidak ada nilainya dan amal ibadahnya menjadi tidak sah.
Sabda Rasulullah saw :
“ Sesungguhnya smua
amal (ibadah) harus dengan niat, dan sesungguhnya yang didapat oleh manusia
adalah apa yang diniatkan “ ( HR. Bukhari-Shakhih Bukhari 1 hal.6 ).
=> Pertanyaan :
bolehkah apabila beramal dengan niat untuk memperoleh pahala ??
bolehkah apabila beramal dengan niat untuk memperoleh pahala ??
=> Jawab :
beramal dengan niat untuk memperoleh pahala, adalah amal yang kurang ( tidak ) ikhlas. Atau mau beramal karena pahala, bukan karena Allah.
beramal dengan niat untuk memperoleh pahala, adalah amal yang kurang ( tidak ) ikhlas. Atau mau beramal karena pahala, bukan karena Allah.
Demikian jugga didalam mengabdikan diri kepada Allah Yang
Maha Bijaksana. Yang perlu diperhatikan bukanlah besar-kecilnya pahala, tetapi
bagaimana tata cara didalam pelaksanaan ibadah tersebut.
Firman Allah swt :
“ Dan mereka hanya
diperintah beribadah ( mengabdikan diri ) kepada Allah dengan mengikhlaskan
agamanya “ ( QS. Al Bayyinah : 5 ).
Ayat trsebut mnyantumkan kata ‘ikhlas’ yang berarti didalam
melaksanakan perintah adalah harus benar-benar ikhlas, tanpa pamrih apapun
juga..
Firman Allah swt :
“ Wahai orang-orang
yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul serta janganlah
merusak nilai ibadah kalian “ ( QS. Muhammad : 33 )..
Maka jelaslah, bahwa rusaknya amal ibadah adalah adanya rasa tidak
ikhlas yang dipengaruhi oleh hawa nafsu..
( sumber : Buku
Muslimah Teladan )..
0 komentar:
Posting Komentar