Bismillahirahmanirahim..
Nafsu mempunyai 4 macam sifat, yakni :
1) Bahimiyah.
2) Subu’iyah,
3) Syaithoniyah.
4) Rububiyah atau ananiyah.
2) Subu’iyah,
3) Syaithoniyah.
4) Rububiyah atau ananiyah.
PENJELASAN ::
~> Bahimiyah, adalah sifatnya binatang.
dalam nafsu manusia terdapat sifat kebinatangan yang cenderung menghalalkan segala cara tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya. Seperti pencurian, penzinahan, merebut hak orang lain, dsb.
dalam nafsu manusia terdapat sifat kebinatangan yang cenderung menghalalkan segala cara tanpa memikirkan akibat dari perbuatannya. Seperti pencurian, penzinahan, merebut hak orang lain, dsb.
~> Subu’iyah, adalah sidfatnya binatang buas.
cenderung berbuat kejam, menerkam yang lemah tanpa punya belas kasihan dan tidak mau mengalah meskipun dia salah.
cenderung berbuat kejam, menerkam yang lemah tanpa punya belas kasihan dan tidak mau mengalah meskipun dia salah.
~> Syaithoniyah, adalah sifat pendengki, munafik, dan
cenderung berbuat munkar. Sifat seperti itu akan menimbulkan berbagai cabang
kesesatan.
~> Rububiyah atau ananiyah, meniru sifat jalal dari
Tuhan. Seperti merasa berkuasa, membanggakan diri, suka dipuji, ingin
dimuliakan, suka diatas, ingin hidup yang langgeng tanpa disadari telah
menuhankan dirinya, sehingga telah terjadi kemusyrikan yang sangat besar
dosanya.
Kesemuanya adalah kotoran, penyakit hati yang perlu segera
disembuhkan dengan jalan bertaubat, serta memohon taufiq, hidayah Allah swt,
agar dapat menundukkan hawa nafsu.
> Pertanyaan :
Kalau begitu siapa yang harus ditundukkan terlebih dahulu, syetan atau nafsu ?
Kalau begitu siapa yang harus ditundukkan terlebih dahulu, syetan atau nafsu ?
> Jawab :
Tentang nafsu, sebagaimanan sabda Rasulullah saw, ketika kembali dari Perang Badar.
Tentang nafsu, sebagaimanan sabda Rasulullah saw, ketika kembali dari Perang Badar.
“ Kita baru saja
kembali dari perang kecil, dan masih harus menghadapi perang besar”
Sahabat bertanya : “ Ya Rasulallah, apa gerangan perang besar itu ? “
Rasulullah saw menjawab : “ Perang melawan nafsu “ ( HR. Baihaqi ).
Sahabat bertanya : “ Ya Rasulallah, apa gerangan perang besar itu ? “
Rasulullah saw menjawab : “ Perang melawan nafsu “ ( HR. Baihaqi ).
Perlu diketahui, perng Badar adalah perang besar yang sangat
tidak seimbang. Kaum muslimin ketika itu berjumlah 313 orang dengan
persenjataan yang sederhana harus
menghadapi 1000 orang pasukan kafir yang terlatih. Namun berkat pertolongan
Allah, mereka memperoleh kemenangan.
Anehnya, perang besar yang menguras banyak tenaga dan
keberanian itu justru dianggap kecil oleh Rasulullah saw. Dan sebaliknya beliau
menyatakan, bahwa perang besar itu adalah perang melawan hawa nafsu.
Allah berfirman didalam Al-Qur’an, tentang pernyataan Nabi
Yusuf :
“ Dan tiadalah aku (
kata Yusuf ) membebaskan diriku dari kesalahan, karena sesungguhnya nafsu itu
suka mengajak kepada jalan yang buruk “ ( Yusuf : 53 ).
Juga tercantum dalam sebuah hadits :
“ Musuhmu yang paling
musuh adalah terletak antara dua rusukmu “
( HR. Baihaqi – Tanwirul Qulub hal. 468 ).
Maksudnya ialah “nafsu” yang berada didalam tubuh kita.
( HR. Baihaqi – Tanwirul Qulub hal. 468 ).
Maksudnya ialah “nafsu” yang berada didalam tubuh kita.
Dari beberapa dalil tersebut, maka dapat diambil kesimpulan
bahwa yang perlu ditundukan adalah “nafsu“
yang berada dalm tubuh kita..
Maka pandai-pandailah menguasainya ( nafsu ), jangan sampai kita yang
dikuasai oleh nafsu. Karena nikmatnya ibadah dapat dirasakan apabila nafsu
terkendali..
( sumber : Buku Muslimah Teladan )..
0 komentar:
Posting Komentar