Bismilahirahmanirrahim..
Salah satu penyakit hati yang paling menonjol pada diri
manusia adalah marah, karena semua orang dapat dengan mudah mengetahui bahkan
ikut memiliki. Adapun oang yang terjangkit penyakit ini, hendaklah cepat-cepat disembuhkan.
Karena jika tidak, maka ia akan disebut pemarah. Seorang pemarah akan mudah
kehilangan kebijaksanaan bahkan cenderung berbuat kerusakan yang berbuntut
penyesalan.
Dalam hal ini, Rasulullah saw bersabda :
“ Sesungguhnya marah
adalah sebuah alat (stempel) dari neraka jahannam, allah meletakan dalam hati
manusia. Maka lihatlah orang marah, merah mukanya, muram wajahnya, dan tegang
urat-uratnya. “
( HR. Al-Hakim ).
( HR. Al-Hakim ).
~> Pertanyaan :
Bagaimana cara menghilangkan marah ??
Bagaimana cara menghilangkan marah ??
~> Jawab :
Marah tidak dapat dihilangkan, namun bias dihentikan. Dalam islam cara menghentikannya adalah berwudlu.
Marah tidak dapat dihilangkan, namun bias dihentikan. Dalam islam cara menghentikannya adalah berwudlu.
Sabda Rasulallah saw :
“ Sesungguhnya marah
itu dari syaitan, dan syaitan diciptakan dari api. Sedangkan yang dapat
memadamkan api adalah air, maka jika seseorang dalam keadaan marah, supaya
segera berwudlu “
( HR. Ahmad dan Abu Dawud ).
( HR. Ahmad dan Abu Dawud ).
Rasulullah saw bersabda :
“ Di neraka ada sebuah
pintu yang tidak dimasuki, kecuali oleh mereka yang memuaskan amarahnya, dalam
hal yang dimurkai Allah “ ( HR. At-Tirmidzi ).
~> Pertanyaan :
pengaruh dari manakah marah itu, syaitan atau nafsu ??
pengaruh dari manakah marah itu, syaitan atau nafsu ??
~> Jawab :
kalau melihat hadits diatas, memang benar marah itu dari syaitan yang selalu menggoda manusia .
namun bagi manusia yang mampu mengendalikan hawa nafsunya, bagaimanapun kuatnya godaan syaitan pasti tidak akanmempan atau tidak berpengaruh.
kalau melihat hadits diatas, memang benar marah itu dari syaitan yang selalu menggoda manusia .
namun bagi manusia yang mampu mengendalikan hawa nafsunya, bagaimanapun kuatnya godaan syaitan pasti tidak akanmempan atau tidak berpengaruh.
Orang yang marah sesungguhnya telah dikuasai hawa nafsu,
ingin menang sendiri tanpa mengoreksi salah dan benar. Sehingga lepas control
atau kendali, kalo udah begitu maka yang terjadi adalah kerusakan bahkan kehancuran.
Rumah tangga berantakan, anak-anak jadi korban, tetangga dengan tetangga
bermusuhan.
Bahkan terjadunya
peperangan antar suku, daerah dengan negara, karena masing-masing pihak telah
dikuasai oleh nafsu amarah. Mereka merasa benar
tanpa mau dipersalahkan, sehingga tidak ada yang mau mengalah.
semua itu bersumber dari nafsu keakuan ( ananiyah ), sebagaimana yang telah diuraikan dimuka
( diawal ),
semua itu bersumber dari nafsu keakuan ( ananiyah ), sebagaimana yang telah diuraikan dimuka
( diawal ),
Firman Allah dalam Al-Quran :
“ Segala kebaikan itu
datangnya dari allah, dan segala bencana itu datangnya dari dirimu sendiri “
( An-Nisa’ : 79 ).
( An-Nisa’ : 79 ).
Namun pada kenyataannya manusia jarang yang mau menyadari
hal itu, kebanyakan mereka tidak mau mengakui adanya kesalahan yang diperbuat.
~> Pertanyaan :
apakah orang yang menahan marah itu berpahala ?
apakah orang yang menahan marah itu berpahala ?
~> Jawab :
masalah pahala itu hak Allah, tetapi yang jelas ia diberikan rasa aman. Tentang hal ini Rasullulah saw, bersabda :
masalah pahala itu hak Allah, tetapi yang jelas ia diberikan rasa aman. Tentang hal ini Rasullulah saw, bersabda :
“ Siapa yang dapat
menahan amarah, padahal ia mampu untuk melampiaskan maka Allah akan memenuhi
hatinya dengan iman dan rasa aman “ ( HR. Abu Dawud dan Ibn. Abid Dunya ).
Rasullulah saw bersabda :
“ Sukakah saya
beritakan kepadamu, orang yang diharamkan masuk neraka ?
Jawab sahabat : Benar ya Rasulallah.
Nabi saw, bersabda : Neraka itu haram bagi setiap orang yang lunak, ramah, lapang dada, dan baik hubungannya “ ( HR- At-Tirmidzi ).
Jawab sahabat : Benar ya Rasulallah.
Nabi saw, bersabda : Neraka itu haram bagi setiap orang yang lunak, ramah, lapang dada, dan baik hubungannya “ ( HR- At-Tirmidzi ).
Dengan demikian Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang sabar dan
kuat menahan amarahnya. Semoga kita semua diberi kemampuan untuk menahan diri {
Amin } :)..
( Sumber : Buku
Muslimah Teladan )..
0 komentar:
Posting Komentar