Jumat, 18 Oktober 2013 - 0 komentar

Pemarah

Bismilahirahmanirrahim..

Salah satu penyakit hati yang paling menonjol pada diri manusia adalah marah, karena semua orang dapat dengan mudah mengetahui bahkan ikut memiliki. Adapun oang yang terjangkit penyakit ini, hendaklah cepat-cepat disembuhkan. Karena jika tidak, maka ia akan disebut pemarah. Seorang pemarah akan mudah kehilangan kebijaksanaan bahkan cenderung berbuat kerusakan yang berbuntut penyesalan.

Dalam hal ini, Rasulullah saw bersabda :

“ Sesungguhnya marah adalah sebuah alat (stempel) dari neraka jahannam, allah meletakan dalam hati manusia. Maka lihatlah orang marah, merah mukanya, muram wajahnya, dan tegang urat-uratnya. “
( HR. Al-Hakim ).

~> Pertanyaan :
Bagaimana cara menghilangkan marah ??

~> Jawab :
Marah tidak dapat dihilangkan, namun bias dihentikan. Dalam islam cara menghentikannya adalah berwudlu.

Sabda Rasulallah saw :

“ Sesungguhnya marah itu dari syaitan, dan syaitan diciptakan dari api. Sedangkan yang dapat memadamkan api adalah air, maka jika seseorang dalam keadaan marah, supaya segera berwudlu “
( HR. Ahmad dan Abu Dawud ).

Rasulullah saw bersabda :

“ Di neraka ada sebuah pintu yang tidak dimasuki, kecuali oleh mereka yang memuaskan amarahnya, dalam hal yang dimurkai Allah “ ( HR. At-Tirmidzi ).

~> Pertanyaan :
pengaruh dari manakah marah itu, syaitan atau nafsu ??

~> Jawab :
kalau melihat hadits diatas, memang benar marah itu dari syaitan yang selalu menggoda manusia .
namun bagi manusia yang mampu mengendalikan hawa nafsunya, bagaimanapun kuatnya godaan syaitan pasti tidak akanmempan atau tidak berpengaruh.

Orang yang marah sesungguhnya telah dikuasai hawa nafsu, ingin menang sendiri tanpa mengoreksi salah dan benar. Sehingga lepas control atau kendali, kalo udah begitu maka yang terjadi adalah kerusakan bahkan kehancuran. Rumah tangga berantakan, anak-anak jadi korban, tetangga dengan tetangga bermusuhan.
 Bahkan terjadunya peperangan antar suku, daerah dengan negara, karena masing-masing pihak telah dikuasai oleh nafsu amarah. Mereka merasa benar  tanpa mau dipersalahkan, sehingga tidak ada yang mau mengalah.
semua itu bersumber dari nafsu keakuan ( ananiyah ), sebagaimana yang telah diuraikan dimuka
( diawal ),

Firman Allah dalam Al-Quran :

“ Segala kebaikan itu datangnya dari allah, dan segala bencana itu datangnya dari dirimu sendiri “
( An-Nisa’ : 79 ).

Namun pada kenyataannya manusia jarang yang mau menyadari hal itu, kebanyakan mereka tidak mau mengakui adanya kesalahan yang diperbuat.

~> Pertanyaan :
apakah orang yang menahan marah itu berpahala ?

~> Jawab :
masalah pahala itu hak Allah, tetapi yang jelas ia diberikan rasa aman. Tentang hal ini Rasullulah saw, bersabda :

“ Siapa yang dapat menahan amarah, padahal ia mampu untuk melampiaskan maka Allah akan memenuhi hatinya dengan iman dan rasa aman “ ( HR. Abu Dawud dan Ibn. Abid Dunya ).

Rasullulah saw bersabda :

“ Sukakah saya beritakan kepadamu, orang yang diharamkan masuk neraka ?
Jawab sahabat : Benar ya Rasulallah.
Nabi saw, bersabda : Neraka itu haram bagi setiap orang yang lunak, ramah, lapang dada, dan baik hubungannya “ (  HR- At-Tirmidzi ).

Dengan demikian Allah tidak akan menyia-nyiakan orang yang sabar dan kuat menahan amarahnya. Semoga kita semua diberi kemampuan untuk menahan diri { Amin } :)..


( Sumber : Buku Muslimah Teladan ).. 

0 komentar:

Posting Komentar